Keuangan

Usaha Untuk Mencapai Kebebasan Finansial

Seringkali kita mendengar kata “uang tidak dapat membeli kebahagiaan”, tapi menurut saya pribadi lebih tepatnya “uang tidak dapat membeli kebahagiaan dalam jangka waktu lama”, karena pada realitanya memang kita dapat dibahagiakan dengan uang. Contoh sederhananya adalah, mengajak teman/keluarga untuk liburan ke luar negeri. Bahagia dan membahagiakan orang lain bukan? Tapi ya cuma saat itu, tidak bersifat long term.

Terlepas dari itu semua, uang merupakan alat tukar untuk mendapatkan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Bayangkan jika kita dapat mendapatkan apapun yang kita inginkan baik itu barang maupun jasa tanpa rasa khawatir uang kita akan habis, menarik bukan? Financial freedom atau kebebasan finansial adalah sebuah konsep di mana seseorang memiliki kekayaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bekerja sangat keras. Menurut Robert B. Newman, seorang ahli keuangan dari National Planning Corp, financial freedom adalah “keadaan di mana uang bekerja untuk kalian, bukan kalian yang bekerja demi uang“.

Bagi saya, kebebasan finansial termasuk dalam daftar impian yang ingin dicapai, meskipun saat ini masih jauh dari titik itu. Tapi setidaknya sudah belajar sedikit tentang bagaimana cara mewujudkannya.

Perjalanan Mencapai Financial Freedom

Perjalanan masih jauh. Berikut ini adalah beberapa tips atau usaha untuk mewujudkan kebebasan finansial yang sedang saya coba dan terapkan ditambah dari berbagai sumber.

1. Pelajari Kondisi Finansial Sekarang

Ambilah kertas dan mulailah untuk mencatat pendapatan, pengeluaran yang dibutuhkan, dan uang yang telah ditabung dalam satu bulan sebelumnya. Tidak diperlukan perhitungan matematika yang rumit karena yang kita butuhkan hanyalah mengurangkannya.

Rumusnya yaitu :

Uang yang ditabung/dipegang = pendapatan – pengeluaran

Jika perhitungan ini meleset, maka kalian harus merapikan laporan keuangan pribadi. Jangan lupa catat pula hutang, cicilan, dll.

Saya dan istri membuat template spreadsheet untuk mencatat kondisi finansial saat ini, mulai dari pendapatan, detail rencana pengeluaran, kekayaan bersih dan juga dilengkapi dengan pengecekan rasio keuangan. Bagi kalian yang tertarik dapat mendapatkannya di akhir tulisan ini.

2. Buat Rencana Financial

Pasti kita punya barang impian yang ingin dibeli ataupun ingin hal lain seperti traveling misalnya. Untuk mendapatkan hal tersebut maka diperlukan sedikit pengorbanan, yaitu dengan menghemat sekian persen dari total pengeluaran bulanan.

Buatlah catatan sederhana tentang total uang yang akan dikeluarkan dan bagi menjadi beberapa bulan, seperti halnya membayar cicilan.

Tentu saja tiap bulan sangat dimungkinkan memiliki nilai yang berbeda-beda, tergantung dengan besarnya pengeluaran utama. Susun sedemikian rupa hingga goal itu tercapai.

3. Hindari Berhutang

Saat ini untuk berhutang sangat mudah, bahkan di online shop pun sudah banyak yang menyediakan pembayaran cicilan di mana kita dapat mendapatkan barang yang dijual dengan membayar cicilan tiap bulannya. Selain itu banyak pula startup fintech seperti Uang Teman yang menawarkan pinjaman uang dengan syarat yang sangat mudah. Sebaiknya hindari berhutang, dan kalaupun mempunyai hutang upayakan untuk melunasi secepatnya.

Bagi kalian yang masih menggunakan kartu kredit dengan alasan kemudahan dalam bertransaksi, saat ini dapat menggantinya dengan kartu debit online. Fasilitas yang diberikan dapat menggantikan fungsi kartu kredit, kalian juga dapat membayar di online shop luar negeri dengan kartu ini. Dengan debit online, maka uang yang dibayarkan akan langsung terpotong dari rekening tersebut, dan tidak ada tanggungan di kemudian hari.

Daftar bank dengan fitur debit online : Mandiri, Permata, dan Jenius milik BTPN.

Saya saat ini menggunakan layanan ketiga bank tersebut, dan jika ditanya bank mana yang nyaman untuk belanja online di dalam/luar negeri, maka rekomendasi saya yaitu Jenius. Fitur spesial dari Jenius yaitu dapat membuat e Card sesuai dengan kebutuhan, jadi kalian dapat mengkelompokkan kebutuhan kalian.

4. Mencari Sumber Pendapatan Lain

Jangan pernah merasa nyaman dengan gaji bulanan kantor, karena terkadang kebutuhan kita lebih besar daripada gaji bulanan tersebut, untuk biaya pendidikan misalnya. Saya sering mendengar banyak orangtua yang bingung ketika jatuh tempo pembayaran SPP anaknya, bahkan orangtua saya sendiripun sempat mengalami hal tersebut. Cara mensiasatinya yaitu dengan mencari pendapatan lain.

Jangan takut untuk memulai bisnis, korbankan sedikit uang, waktu, dan tenaga untuk membangun aset bisnis. Jika bingung ingin berbisnis apa maka mulailah dengan hal-hal yang terdekat dengan kalian, bisa hobi, barang yang sering dipakai, atau lingkungan. Contohnya yaitu jika kalian suka bepergian, dapat membuka jasa tour and travel kecil-kecilan, jasa video perjalanan, membuat vlog traveling, atau dapat pula membangun akun instagram dengan konten tersebut.

Setelah aset bisnis sudah mulai berkembang, maka alokasikan pendapatan tersebut untuk membangun aset lain atau untuk berinvestasi.

4. Berinvestasi

Saya masih ingat harga bahan bakar premium pada tahun 2005 yaitu Rp.2.400 untuk tiap liternya, yang sekarang nilai tukarnya Rp.6.500. Jika kalian saat ini memegang uang Rp.2.400, apa yang dapat dibeli dengan uang tersebut? Hal ini memberi gambaran bahwa uang tidak akan pernah sama nilainya dari tahun ke tahun berikutnya.

Jika kalian hanya menyimpan uang di bank, maka nilainya akan terus menurun bisa dikarenakan biaya administrasi, potongan pajak, hingga inflasi. Tapi jika kalian menginvestasikan uang tersebut, seturut waktu akan bertambah nilainya.

Pilihlah instrumen investasi yang tepat dan jangan terlalu dipaksakan karena kita juga tetap berhak menikmati uang tersebut. Beberapa instrumen investasi yang dapat dipilih yaitu emas, properti, deposito, valuta asing, saham, dan reksadana. Jangan lupa untuk pelajari resiko dari tiap-tiap instrumen tersebut, karena jika salah mengambil keputusan bisa jadi uang tersebut akan berkurang nilainya (merugi).

5. Investasi Leher ke Atas

Hal yang tak kalah penting yaitu diri kalian sendiri, bekali diri terus membaca perkembangan informasi dan juga pendidikan yang mendukung bisnis/karir kalian. Cara paling mudah yaitu dengan membudayakan untuk membaca, baca apapun. Bisa majalah, media online, buku atau yang lainnya. Jika mempunyai uang lebih maka alokasikan untuk mengikuti seminar ataupun workshop. Dapat pula dengan mengikuti pendidikan formal.

Kebebasan finansial adalah dambaan tiap orang. Mulailah dengan mencatat dan merapikan cashflow, memfilter kebutuhan, menjaga lifestyle, membangun aset bisnis, dan belajar berinvestasi. Sayapun masih belajar, dan mari belajar bersama. Template financial checkup dapat didownload di link berikut.

Download Financial Checkup Template

Sebagian besar perhitungan pada template mengacu pada buku “Finchickup financial check up for ladies” karya Farah Dini Novita.

Leave a Reply