Rekomendasi Ad Network Untuk Aplikasi Mobile - Jati Sulistiyo
Admob

Rekomendasi Ad Network Untuk Aplikasi Mobile

Salah satu cara untuk memonetisasi aplikasi mobile yaitu dengan bekerja sama dengan Ad Network sebagai publisher iklan. Ad Network merupakan adalah perusahaan jaringan periklanan yang menghubungkan pihak pengiklan ke media periklanan yang dituju. Terdapat tiga orang yang terlibat di sini yaitu Advertiser (membayar sejumlah uang untuk mempromosikan produknya), Ad Network (mendistribusikan iklan sesuai dengan permintaan), dan Publisher (menayangkan iklan di media yang mereka punya, di sini yaitu aplikasi mobile).

Pertanyaan nya yaitu kenapa pihak pengiklan tidak langsung menghubungi pengembang aplikasi untuk mengiklankan produknya? Alasan yang pertama yaitu budget yang dikeluarkan akan sangat besar, dan untuk targeting iklan akan sangat terbatas. Sementara jika pengiklan bekerja sama dengan Ad Network dapat menargetkan iklan berdasarkan demografi yang dipilih dan alokasi budget dapat diseduaikan dengan kebutuhan. Selain itu penyebaran iklan akan lebih merata karena iklan tidak hanya muncul di satu aplikasi saja, akan tetapi akan diterbitkan di banyak aplikasi mobile yang dimiliki oleh para publisher.

Rekomendasi Ad Network

Berikut ini adalah review jaringan periklanan mobile beserta kelebihan dan kekurangannya.

Admob

Admob adalah Ad Network dibawah perusahaan Google dan telah beroprasi sejak tahun 2012. Admob melayani lebih dari 200 miliar permintaan iklan di seluruh dunia setiap bulan dengan lebih dari 1 juta pengiklan dan saat ini terdapat 1 juta aplikasi berjalan di jaringan iklan AdMob.

Berbeda dengan Google Adsense, Admob dikhususkan untuk periklanan mobile yaitu dengan cara diintegrasikan dengan aplikasi. Cakupan yang sangat luas membuat Admob menjadi Ad Network yang sangat menjanjikan, akan tetapi untuk pangsa pasar Indonesia memiliki CPC yang cukup kecil. Meskipun begitu, jaringan periklanan ini merupakan yang paling unggul dibandingkan dengan lainnya. Admob menerapkan sistem CPC dan juga eCPM sehingga kita akan dibayar setiap klik ilkan dan juga setiap 1000 impresi. Nilai dari tiap impresi dan klik iklan berbeda-beda. Faktor yang paling menentukan nilai iklan yaitu negara pengguna aplikasi. Jadi jika kita ingin mentargetkan nilai iklan yang tinggi, maka targetkan negara-negara tier 1. Detail negara dengan nilai iklan tinggi ada pada akhir artikel.

Untuk mendaftar sebagai publisher Admob, kita harus mempersiapkan foto kartu identitas resmi (KTP, SIM, Posport) sebagai verifikasi. Saya telah membuat artikel khusus seputar Admob yang dapat di lihat di sini “Apa itu Admob, Bagaimana Memulainya?

Adapun jenis iklan pada Ad Network Admob yaitu :

  • Banner
  • Interstitial
  • Native Ad
  • Splash Ad
  • Rewarded Ad

Admob sangat ketat dalam penempatan iklan, jika iklan yang terpasang tidak sesuai dengan kebijakan maka akan berpotensi terjadi limit Admob. Untuk menghindari limit Admob silahkan baca panduan memasang iklan admob berikut “Memasang Iklan Admob Dengan Benar“.

StartApp / Start.io

StartApp yang sekarang telah berganti nama menjai Start.io merupakan alternatif Admob yang layak dicoba. Hal ini karena persyaratan pendaftaran yang sangat mudah, bahkan tidak membutuhkan verifikasi identitas sehingga kita dapat membuat banyak akun tanpa repot. StartApp atau Start.io hanya menerapkan sistem eCPM, sehingga publisher akan dibayar setiap 1000 impresi iklan. Nilai klik iklan tidak akan dihitung sama sekali. Hal ini merupakan kekurangan utama karena sepanjang pengalaman saya menggunakan Start.io, jumlah CTR sangat tinggi. Jika saja nilai klik dihitung, pastilah banyak yang akan beralih ke network ini. Untuk mendaftar dapat melalui link berikut “Mendaftar Start.io“.

Adapun jenis iklan pada Ad Network StartApp yaitu :

  • Banner Ad
  • Interstitial
  • Native Ad
  • Splash Ad
  • Return Ad
  • MRec

Facebook Audience Network

Raksasa teknologi sosial media ini pun bermain di ranah periklanan mobile. Facebook dengan produknya Facebook Audience Network atau yang sering disingkat FAN merupakan Ad Network untuk aplikasi Android dan iOS. FAN banyak diminati sebagai alternatif Admob karena nilai eCPM yang tinggi, tentu lebih tinggi dari Start.io. Untuk saat ini sebenarnya FAN belum tersedia untuk negara Indonesia, akan tetapi bukan orang Indonesia kalau tidak bisa. Banyak penjual di luar sana yang menjual akun FAN yang sudah siap untuk digunakan.

Adapun jenis iklan pada Ad Network FAN yaitu :

  • Banner Ad
  • Interstitial Ad
  • Native Ad

Appodeal

Appodeal ini merupakan salah satu pilihan yang menjanjikan menurut saya. Appodeal tidak menyebut dirinya sebagai Ad Network, akan tetapi Ad Mediation yang menghubungkan beberapa Ad Network. Penjelasan sederhananya yaitu Appodeal mengumpulkan berbagai SDK dari Ad Network yang ada, kemudian algoritma akan bekerja untuk menampilkan iklan dengan performa/harga terbaik. Jika di lihat dari penjelasan tersebut, secara logika seharusnya nilai iklan yang muncul adalah iklan dengan harga tertinggi. Dalam prosesnya, kita akan diminta untuk mensinkronkan akun Ad Network dengan Appodeal. Ad Network yang sangat disarankan yaitu Admob dan FAN, jika tidak kedua network tersebut tidak didaftarkan maka eCPM yang ada sama dengan atau bahkan lebih kecil dari Start.io.

Karena Appodeal mengcover dari semua Ad Network yang ada, pilihan jenis iklan yang ditampilkan menjadi sangat lengkap yaitu :

  • Interstitial
  • Banner Ad
  • Native Ad
  • Rewarded Ad
  • MRec
  • Video Ad

Target Negara Dengan Harga Iklan Tinggi

Target negara sangat menentukan berapa nilai iklan yang ditayangkan, yang akan berdampak langsung terhadap penghasilan kita. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menentukan target negara tujuan, atau jika aplikasi sudah ada bisa ekspansi ke negara dengan nilai iklan yang lebih mahal. Pada umumnya, pasar akan diklasifikasikan pada beberapa tier atau tingkatan berdasarkan tingkat ekonomi negara, biaya iklan, dan situasi politik. Dalam teori marketing tidak ada patokan pasti bagaimana mengklasifikasikan tingkatan negara, ada yang mengklasifikasikan menjadi 3 tingkatan, 4 tingkatan, ataupun 5 tingkatan. Untuk mempermudah, dalam artikel ini saya mengajak untuk satu paham membaginya menjadi 3 tingkatan.

Tier / Tingkat 1

Negara dengan biaya iklan tinggi yang berarti berpotensi menghasilkan pendapatan yang tinggi bagi publisher. Beberapa karakteristik pada tier 1 yaitu kebiasaan belanja yang tinggi, tingkat adopsi teknoligi yang tinggi, dan regulasi yang ketat. Pasar pada negara ini sangat luas, dan sebagian besar menggunakan bahasa Inggris. Meskipun pasar yang luas, akan tetapi kompetisinya sangat ketat. Salah satu tantangan pada tier 1 yaitu adanya GDPR (General Data Protection Regulation) yaitu regulasi tentang perlindungan data pribadi. Negara tier 1 juga sangat tegas terhadap perlindungan hak cipta (copyright) dan kekayaan intelektual.

Daftar negara Tier / Tingkat 1 yaitu :

  • Norway
  • Switzerland
  • United States
  • Germany
  • Australia
  • Luxembourg
  • Ireland
  • Iceland
  • Sweden
  • Canada
  • Netherlands
  • United Kingdom
  • Singapore
  • Japan
  • Hong Kong
  • Denmark
  • France
  • China

Tier / Tingkat 2

Pada tier 2 regulasi tidak terlalu ketat dan biaya iklan lebih rendah, akan tetapi memiliki pasar yang luas sehingga nilai iklan akan bervariatif. Negara tier 2 memiliki budaya dan bahasa yang berbeda-beda, sehingga diperlukan lokalisasi bahasa dan kostumisasi screenshot. Karakteristik negara tier 2 yaitu tingkat konsumsi yang rata-rata, tingkat adapsi teknologi sedang, dan taat terhadap regulasi.

Daftar negara tier 2 yaitu :

  • Qatar
  • Korea
  • Austria
  • Belgium
  • Italy
  • Finland
  • Spain
  • New Zealand
  • Israel
  • United Arab Emirates
  • Saudi Arabia
  • Czech Republic
  • Poland
  • Greece
  • Slovenia
  • Russian Federation
  • Portugal
  • Argentina

Tier / Tingkat 3

Negara tier 3 sangat longgar terhadap regulasi, biaya iklan yang murah, dan kompetisi bid iklan tidak tinggi. Negara tier 3 sangat membutuhkan lokalisasi bahasa dan juga kostumisasi grafis terutama untuk screenshot. Satu hal yang harus diperhatikan yaitu juga harus memperhatikan unsur religius/agama. Karakteristik negara tier 3 yaitu tingkat konsumsi yang rendah, adaptasi teknologi rendah, kompetisi yang rendah dan regulasi yang dapat berbeda antar negara.

Daftar negara tier 3 yaitu :

  • Jamaica
  • Dominica
  • Vietnam
  • Angola
  • Bolivia
  • Namibia
  • India
  • Nigeria
  • Samoa
  • Pakistan
  • Kenya
  • Sudan
  • Ghana
  • Indonesia
  • Bhutan
  • Cameroon
  • Nepal
  • Zimbabwe
  • Ethiopia
  • Brazil
  • Uganda

Saran Penentuan Target Negara

Meskipun dibagi menjadi beberapa tingkatan, jangan terlalu fokus hanya pada satu tier. Cobalah untuk melakukan diversifikasi, yaitu dengan melakukan testing untuk beberapa negara dengan tier yang berbeda. Hal ini karena mengingat mudahnya mendapatkan download untuk negara tier 3, sehingga menambah performa off meta data yang ada (jumlah install).

1 Comment

Leave a Reply